Cara Cepat Penggemukan Sapi Pedaging Dengan Sistem Kereman

Cara Cepat Penggemukan Sapi Pedaging Dengan Sistem Kereman

Kini kebutuhan daging sapi kian mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan tersebut dipicu oleh pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang tinggi, sehingga daya beli masyarakat juga semakin tinggi.

Guna memenuhi permintaan pasar yang makin hari makin tinggi, maka para peternak ternak sapi pedaging pun memilih ide untuk melakukan penggemukan. Program ini sangat bermanfaat salah satunya untuk memenuhi kebutuhan para konsumen khususnya di hari raya agama.

Dengan penggemukan, otomatis daging ternak sapi metal akan bertambah berat dan banyak. Dari hal demikian, kebutuhan masyarakat akan tingginya permintaan daging ternak sapi metal dapat terpenuhi.

Mayoritas sistem pemeliharaan sapi potong di Indonesia dilakukan hanya dalam peternakan mini, tidak secara intensif. Bahkan, rata-rata kepemilikan sapi potong hanya sekitar 2–5 ekor.

Sedangkan dari segi ekonomi, harga jual sapi dalam satu tahun terakhir relatif stabil, dengan rerata mencapai Rp67.273 per kilogram. Untuk harga bobot hidup di tingkat peternak rerata Rp26.500 per kilogram pada hari biasa.

Harganya akan naik tajam pada bulan-bulan perayaan agama, seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Nah di artikel kita akan membahas cara penggemukan sapi pedaging guna mendapatkan lebih banyak keuntungan. Tapi, sebelum itu kita akan membahas tentang sapi dahulu.

Mengenal Sapi

Sapi merupakan hewan ternak dari anggota suku Bovidae dan anak suku Bovinae. Hewan ini biasanya digunakan untuk membajak sawah. Untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai makanan.

Hasil sampingannya seperti kulit, jeroan, tanduk, dan kotorannya juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia.

Di beberapa tempat, sapi di manfaatkan sebagai penggerak alat transportasi, mengolah lahan tanam, dan alat industri lain (seperti peremas tebu). Karena banyak kegunaannya ini, hewan ini telah menjadi bagian dari berbagai kebudayaan manusia sejak lama.

Sapi ternak merupakan keturunan dari jenis liar yang dikenal sebagai Auerochse atau Urochse, yang dalam bahasa Jerman berarti “sapi kuno”. Di Eropa sejak tahun 1627 Sapi liar sudah punah.

Namun, terdapat beberapa spesies sapi liar lain yang keturunannya di domestikasi, termasuk sapi bali yang juga di ternakkan di Indonesia.

Cara Penggemukan Sapi Pedaging

Cara Penggemukan Sapi Pedaging

Makanannya harus seimbang, yaitu memiliki kandungan gizi yang bagus seperti protein, lemak, karbohidrat dan lainnya. Berikut caranya :

  1. Pemilihan Bibit

Sapi harus mempunyai produktivitas tinggi.

Di utamakan sapi yang di pilih adalah jantan karena pertumbuhan lebih cepat.

Pilih sapi muda yang berumur antara 2 hingga 3 tahun, karena mempuyai tekstur daging yang lebih halus, kandungan lemak rendah dan warna lemaknya muda sehingga menghasilkan keempukan daging yang lebih baik.

Asal usul dari sapi harus jelas.

  1. Metode Penggemukan Sapi Metal

Di Indonesia sendiri, untuk cara penggemukan sapi yang paling efisien adalah dengan sistem kereman. Dan banyak di aplikasikan di daerah Wonogiri, Wonosobo, Lamongan, Bondowoso, Banyuwangi, dan daerah lainnya.

Dengan metode ini sapi akan cepat gemuk, karena gerak sapi terbatas dan makanan menjadi daging tidak banyak yang menjadi energi. Selain itu harga jual akan meningkat dan nilai tambah dari kotoran ternak yang di hasilkan.

Umumnya, sapi yang biasa digunakan adalah sapi yang berumur 2–3 tahun dengan sehat. Dengan lama penggemukan 3 sampai 6 bulan. Pertambahan bobot badan yang dicapai dengan sistem ini berbeda beda setiap ekornya tergantung pada pakanyang diberikan.

Cara Penggemukan Sapi Dengan Kereman :

Sapi di kandangkan.

Pemberian pakan dan air minum tidak di batasi.

Pakan berupa hijauan dan konsentrat.

Dalam sistem sapi hanya di kandang dan tidak di pekerjakan.

Dalam pemberian obat, yaitu obat cacing dan suplement yang berguna meningkatkan nafsu makan serta daya tahan tubuh ternak.

Lama penggemukan dapat berlangsung 4 bulan atau lebih.

  1. Pemberian Pakan

Pakan merupakan sumber protein yang diubah menjadi energi guna menunjang pertumbuhan. Jumlah pakan ternak sapi metal yang diberikan harus mencukupi, sehingga energi dapat diubah kedalam bentuk daging dan lemak.

Dalam memilih bahan pakan ternak sapi, ada beberapa hal yang harus diketahui:

Pakan ternak sapi harus mudah didapatkan.

Mengandung zat gizi yang tinggi.

Harus ada setiap waktu, harga ekonomis (jika beli).

Pakan ternak sapi dapat diganti dengan yang lain, asalkan kandungan gizi yang sama.

Pakan ternak sapi tidak beracun, tidak di palsukan, dan tidak rusak.

Hijauan merupakan makanan pokok untuk ternak yang terdiri dari dedaunan, rumput, atau kacang kacangan. Setiap hari seekor sapi membutuhkan 10 hingga 12% pakan hijauan dan pakan tambahan 1 hingga 2% dari bobot sapi.

Pemberian pakan hijauan dilakukan sebanyak 3 kali sehari. Selain pakan ternak sapi juga membutuhkan suplemen untuk menunjang pertambahan berat badan.

Suplement yang baik adalah suplement yang bebahan dasar organik atau suplement organik cair. Dan usahakan suplement mengandung 5 jenis bakteri yang baik.

Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan sebaiknya yang pertama di berikan adalah konsentrat dan baru pakan hijauan kemudian. Hal ini bertujuan untuk mengaktifkan mikroba rumen, melalui organ pencernaan sapi.

Sehingga nutrisi yang terdapat dalam pakan dapat di cerna dengan baik dan bisa mendorong pembentukan daging secara tepat.

Sapi Potong / Pedaging yang Terkenal di Indonesia

  1. Sapi Limousin

Sapi yang nama aslinya Diamond Limousine adalah sapi unggulan dari jenis sapi pedaging. Dan sudah lama menjadi daging andalan kualitas terbaik di kalangan masayarakat Indonesia. Juga termasuk dalam gen jenis sapi terbesar. Jenis sapi ini berasal dari Perancis.

  1. Sapi Peranakan Ongle

Peranakan ongole merupakan hasil perkawinan silang antara sapi ongole dari India dan sapi jawa. Sapi ini banyak di temukan di Sumbawa, jenis sapi ini terkenal karena dagingnya yang banyak.

  1. Sapi Metal

Berasal dari daerah Simme, salah satu wilayah di negara Swiss. Juga termasuk dalam jenis sapi perah pedaging. Di Indonesia banyak di ternak karena sifatnya yang cenderung jinak.

  1. Sapi Bali

Sapi bali adalah jenis sapi dari hasil penjinakan banteng liar yang sudah di mulai sejak tahun 1900-an di Bali. Karena masih memiliki keturunan banteng, jadi sapi ini memiliki warna dan bentuk yang sama dengan banteng.

  1. Sapi Brahman

Sapi ini berasal dari India. Di negara kita sapi brahman di sebut sebagai sapi super oleh para peternak lokal karena prawakannya yang gagah, besar, dan tinggi.

  1. Sapi Madura

Sapi ini banyak ditemukan di Madura dan sapi potong khas Indonesia. Jenis sapi ini banyak di temukan di Jawa Timur.

Itulah cara penggemukan sapi pedaging yang paling efektif. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda. Sampai jumpa di artikel lain dan selamat mencoba

Kerja itu Selingan, Yang Utama Sholat

Ternak Desa Sejahtera, Kandang Qurban Terbesar di Indonesia

Copyright @kandang.id 2020

Home
About us
Shop
Search