Bisnis Ternak di Zaman Milenial

Bisnis Ternak di Zaman Milenial

Bisnis Ternak – Profesi petani atau peternak masih dianggap kurang menjanjikan bagi sebagian besar anak muda di Indonesia. Terlebih lagi, ada anggapan umum di masyarakat bahwa profesi tersebut terkesan kotor dan jorok. Oleh karenanya pekerjaan bertani atau beternak dinilai tidak cocok bagi kaum muda.

 

Imbasnya, lahan-lahan pertanian banyak yang beralih fungsi menjadi bangunan pabrik, perumahan, atau perkantoran. Padahal jika tak ada petani atau peternak, Indonesia bisa-bisa mengalami krisis pangan.

 

Mindset itulah yang disadari oleh Bayo Binsar, founder Sobat Domba Kandang Ternak Milenial, sebuah peternakan domba terintegrasi yang terletak di Desa Cibuyur Rt 02, Rw 01, Kecamatan Warungpring, Pemalang – Jawa tengah.

 

Ia mendirikan Kandang Domba Milenial atas dorongan untuk menginspirasi generasi muda atau generasi milenial menjadi generasi yang kreatif dan mandiri dengan cara terlibat di sektor pertanian dan peternakan.

 

“Rata-rata usia peternak itu 45 tahun keatas. Ini karena image beternak atau bertani itu pekerjaan yang kotor dan jorok. Mayoritas anak muda kan nggak suka kotor?”, ujarnya saat ditemui wartawan Poros Pemalang,

 

 

Domba-domba di Kandang Ternak Milenial

Ia menjelaskan, sumber protein hewani alternatif selain daging ayam dan daging sapi adalah daging domba. Beternak domba juga cukup menguntungkan karena dalam waktu 3-4 bulan setelah melalui proses penggemukan, domba sudah bisa dijual.

 

Sedangkan untuk domba produktif dalam waktu dua tahun dapat melahirkan minimal tiga kali dengan jumlah anak mencapai dua hingga tiga ekor setiap kali melahirkan.

 

Bayo juga menegaskan bahwa keyakinannya pada para generasi milenial dibidang pertanian dan peternakan akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi.

 

“Saya yakin dan percaya anak muda yang mau terjun dibidang peternakan, mereka mempunyai peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik, apalagi dengan memanfaatkan tekhnologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman.” Tegas Bayo.

 

Saat ini, lanjut Bayo, generasi milenial bidang pertanian tak hanya sekadar bertani, tetapi juga cerdas berwirausaha tani dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

 

Bayo berharap, kedepannya generasi muda tidak perlu cemas akan masa depan selama mau terjun ke sektor pertanian atau peternakan. Karena dengan kecanggihan teknologi, beternak atau bertani bisa dikelola oleh anak muda ke arah digitalisasi atau beternak ala milenial.

 

“Kita punya Kandang Tanpa Bau, yaitu kandang dengan sistem pembuangan fases dan urine terpisah secara otomatis. Ini berkat teknologi. Jadi anak muda nggak perlu khawatir kalau nanti kotor dan jorok”, pungkasnya.

Baca Juga: Bisnis Aqiqah terbaik dan terbesar

Kerja itu Selingan, Yang Utama Sholat

Ternak Desa Sejahtera, Kandang Qurban Terbesar di Indonesia

Copyright @kandang.id 2020

Home
About us
Shop
Search